<a href="http://www.antarnisti.com/di-mana-kau-tersenyum/"><b>Di Mana Kau Tersenyum</b></a><p>Sejenak terpaku di pusaran badai tenanglah, kau tak akan terhanyut berpeganglah pada jiwa yang kokoh teguh, memancang membelah ke langit Merajah sejarah gemilang yakin, kau ‘lah sang bintang berpendar dalam</p> <a href="http://www.antarnisti.com/sebuah-mimpi-tentang-mimpi-kita/"><b>Sebuah Mimpi Tentang Mimpi Kita</b></a><p>Ini adalah cerita tentang sebuah mimpi ketika temaram pagi meraup butiran embun aku, sendiri, menyongsong damai menghitung dedaun berserakan kuning dan rapuh melabur debu di kelopak mata, perih memerah Ini</p> <a href="http://www.antarnisti.com/hanya-sesaat/"><b>Hanya Sesaat</b></a><p>Rebah dalam pelukan penat menyandar jiwa sesaat Mengharap mimpi ‘kan indah hempas segala resah Malam menyanyikan lagu alunan dendang mendayu Lelapkan tidurku sesaat ‘tuk raga yang tersayat Esok mentari boleh</p> <a href="http://www.antarnisti.com/serpihan-kisah-semalam/"><b>Serpihan Kisah Semalam</b></a><p>Repost puisi jadul… Jiwa ini masih saja ringkih Meski serangkum hangat membelai Merayu gairah yang mati (Ingatkah, Dinda ?) Serpihan kisah semalam Di dalam laci Di atas meja Di sudut</p> <a href="http://www.antarnisti.com/sudikah/"><b>Sudikah?</b></a><p>engkau ‘lah dia yang semburat merah menggurat pipinya di balik tirai jendela seberang sana sudikah engkau, temaniku melukis bianglala di langit nan muram itu? merangkum remah-remah kisah yang tercecer di</p> <a href="http://www.antarnisti.com/langit-muram-bintang-redup/"><b>Langit Muram, Bintang Redup</b></a><p>seperti anak panah waktu melesat tak henti sejarah beku berlumut tertinggal jauh di belakang rasanya baru kemarin ketika mata saling menatap di balik barisan buku-buku… pertemuan kita yang pertama! rasanya</p> <a href="http://www.antarnisti.com/akhirnya-semua-cerita-berhenti-pada-satu-titik/"><b>Akhirnya Semua Cerita Berhenti Pada Satu Titik</b></a><p>“Sepanjang apapun cerita yang kita sedang tuliskan, seindah apapun alurnya, namun selalu saja akan tiba pada sebuah titik di mana kita harus berhenti dan mengakhirinya.” Terkadang ada pula beberapa jeda</p>
 
Antarnisti.com - Catatan Seorang Introvert
Latest in Celoteh
Tentang Saya dan Tentang SB

October 06, 2011

Show all Celoteh articles

Latest in Puisi
Hanya Sesaat

September 10, 2011

Show all Puisi articles

Latest in iPhone

Show all iPhone articles